Catatan Sang Pendaki Gunung: Tak Selamanya ‘Mendung’ Itu Kelabu, melainkan ‘Anugerah’

Tahu kah kamu dengan judul lagu “Tak Selamanya Mendung Itu Kelabu”? Sekarang ini, istilah mendung juga ada lho. Mendung ini sebutan untuk mereka yang mendaki gunung. Hobi yang satu ini sudah mulai digemari oleh anak muda. Namun sayangnya, banyak juga yang mengecam karena mereka hanya gaya-gayaan. Karena itu, muncul anggapan bahwa mendaki gunung itu kelabu.

Sebenarnya nih, apakah selamanya mendung (mendaki gunung) itu kelabu? Tidak! Hal itu karena alasan berikut ini.

1. Keringat yang kamu keluarkan adalah keringat para pejuang.

berkeringatSumber Gambar: haluanmerdeka.com

Kamu si Mendung pasti paham, bahwa untuk mencapai puncak, kamu harus siap melawan rasa lelah yang bertumpah tindih dengan keringat dan darah sekalipun. Keringat inilah keringat para pejuang yang setia berjuang mencapai hasil terbaik.

2. Anugerah dari Sang Pencipta Itu Tiada Batasnya.

anugerah kehidupanSumber Gambar: inisayadanhidupsaya.wordpress.com

Kamu si Mendung merupakan orang yang paling beruntung! Karena di atas gunung itulah, kamu bisa melihat, menghirup dan merasakan alam yang segar dan indah, anugerah tak terbatas dari Sang Pencipta.

3. Karena kamu bisa melihat, bahwa hidup ini tak sekadar panggung sandiwara.

bukan panggung sandiwaraSumber Gambar: awalinfo.com

Kamu si Mendung pasti lebih mudah untuk memahami bagaimana kepribadian orang lain. Ada pernyataan yang menyebutkan, bahwa ‘sekalipun teman, mereka tetaplah berada di panggung sandiwara’. Namun di atas gunung, kamu ditempa untuk lebih memahami dan membantu temanmu dalam keadaan apapun. So sweet yaaa.

4. Kamu mengerti arti kalimat bahwa manusia adalah makhluk kecil.

makhluk kecilSumber Gambar: IDNtimes/WinaSimanjuntak

Mengapa kamu paham arti kalimat ini? Karena kamu si Mendung langsung melihat dan merasakan bahwa alam semesta itu sangat besar. Kekuatan alam semesta pun tidak terbatas akan hal apapun.

5. Hidupmu tidak akan pernah sendirian.

hidupmu tidak sendirianSumber Gambar: hafizachmad.wordpress.com

Zaman sekarang ini zamannya serba gadget. Yang artinya, manusia sekarang merasa bahwa mereka bisa hidup sendirian dalam tempo lama. Namun si Mendung tahu, bahwa dirinya tidak bisa hidup sendirian lama-lama. Karena dimana ada teman sesama pendaki gunung, disitulah keluarga.

6. Sederhana itu mahal harganya.

sederhana itu mahalSumber Gambar: detikworld.wordpress.com

Memang sih si Mendung itu selalu berpakaian sederhana. Hanya jaket, celana gunung, sepatu gunung, topi dan sarung tangan yang modelnya biasa-biasa saja. Namun jangan salah, untuk gaya yang sederhana ini, si Mendung harus merogoh kocek yang lumayan dalam! Itulah yang menjadi alasan bagi kita, bahwa fashion itu tidak harus wah, melainkan harus memiliki value yang berguna.

7. Salah kalau bilang si Mendung hanya bermodalkan fisik.

fisik dan psikisSumber Gambar: entrepreneurmuslim.com

Memang untuk naik gunung, fisik harus benar-benar dipersiapkan. Namun psikis juga harus dilatih sebelum berhasil sampai puncak. Tidak mungkin kamu siap berjuang ke puncak jika psikismu tidak menyatakan siap.

8. Akhir catatan, tak selamanya Mendung itu kelabu, karena mendung itu anugerah.

anugerahSumber Gambar: nindihong.wordpress.com

Tahu apa itu kepanjangan anugerah? Kata ini merupakan kepanjangan dari anak gunung elok raharja. Hal itu karena Sang Pencipta sudah membuat pada Mendung sebagai orang yang elok dan raharga karena memahami alam ciptaan-Nya yang begitu luar biasa!

Sudah paham kan kenapa mendung itu tak selamanya kelabu? Buat kamu yang memahami, kamu akan merasa bahwa hobimu itu suatu anugerah. Jika tidak, maka sama aja kalau mendaki gunung itu seperti piknik.

11ae8-gunungcover_gispalawordpresscom_850x350.jpg

Sepotong kisah saya waktu travelling ke gunung prau,jawa tengah.

Sepotong Kisah Petualangan Di Gunung Prau

Pariwisata Jawa Tengah

Hujan rintik-rintik menyambut senja itu saat tiba di Dieng, tepatnya di Desa Patak Banteng. Dari desa inilah, salah satu titik pendakian menuju puncak Gunung Prau dimulai. Dari titik ini nampak para pendaki yang bersiap untuk melakukan perjalanan setapak demi setapak menuju puncak gunung yang berada di daerah Wonosobo Jawa Tengah ini.

Sebelum melakukan pendakian, para pendaki diwajibkan melakukan registrasi di basecamp Patak Banteng dan membayar tiket masuk sebesar Rp8.000 per orang, biasanya pendaki berdoa dahulu sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak setinggi 2565 meter dari permukaan laut tersebut.

Dataran Tinggi Dieng memang dikenal sebagai daerah pegunungan dan Gunung Prau merupakan satu dari sekian banyak puncak gunung di Dataran Tinggi Dieng yang kian menjadi primadona baru di kalangan para pendaki, pecinta alam, dan petualang dari berbagai kota-kota besar khususnya di Pulau Jawa.

Beberapa pendaki dari Jakarta mengaku lebih memilih untuk mendaki Gunung Prau sebagai pengisi akhir pekan mereka daripada ke Gunung Gede atau Gunung Pangrango yang jaraknya lebih dekat dari ibu kota.

Di akhir pekan, puluhan hingga ratusan pendaki bahkan rela jauh-jauh mengunjungi Gunung Prau yang tepat berada di perbatasan Kabupaten Kendal dengan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah ini.

Puncak Gunung Prau sendiri menjanjikan panorama yang sedikit berbeda dari gunung-gunung lainnya yang ada di Indonesia. Dari sana, pendaki bisa menyaksikan bagaimana Dataran Tinggi Dieng diapit oleh deretan pegunungan seperti, Sindoro, Sumbing, dan Sikunir. Satu yang menarik, salah satu jalur menuju puncak Gunung Prau memiliki panorama layaknya deretan bukit di lembah Teletubbies.

Jalur Patak Banteng merupakan jalur singkat yang cukup menantang dengan kontur menanjak hampir tanpa jeda. Jalur ini terdiri dari tiga pos, yaitu pos satu, Sikut Dewo. Sementara pos dua, Canggal Walangan dan pos tiga, Cacingan. Rute di jalur ini menawarkan paduan keindahan petak-petak kebun sayur penduduk, hutan pinus, hingga bukit-bukit savana yang cantik dihiasi hamparan bunga-bunga daisy kecil-kecil.

Biasanya jika pendakian lancar bisa menghabiskan waktu sekitar tiga jam perjalanan dari basecamp Patak Banteng menuju puncak Prau. Letih dan peluh selama perjalanan seperti terbayar dengan segala keindahan Puncak Gunung Prau.prau

TRAVELLING ADALAH OBAT PALING AMPUH UNTUK PATAH HATI

Kenapa Traveling Adalah Obat Paling Ampuh Untuk Patah Hati

Karena di bulan ini gue lagi edan, gue kepikiran nulis kayak begini. As you know, pengalaman gue traveling bareng pacar udah lumayan banyak, dan itu berbanding lurus juga dengan pengalaman patah hati gue.

Kalo gue niat rontgen, mungkin hati gue ini udah banyak tambalan dan sambungannya gara-gara sering patah.

Jijik yah anjir!?

Buat orang seumuran gue, patah hati udah gak bisa diobatin lagi sama mabok aibon, ngemil kecubung atau trek-trekan lawan ibu-ibu pake matic di jalan raya. Gak bisa.

Sebagai pria dewasa berumur 26 tahun, gue mengatasinya dengan beberapa cara, mulai dari kerja, ngedesain, nulis blog, atau main game puluhan jam ampe pantat gue ambeien.

Tapi dari semua itu, yang paling ampuh buat ngobatin patah hati adalah backpacking atau traveling! Dan sesuai judul tulisan, gue bakal ngasih kalian wejangan, kenapa sih backpacking itu obat paling ampuh buat patah hati?

  1. Lupa Sama Masalah

Kalo cara untuk mengobati kegalauan adalah dengan melupakannya, maka traveling adalah pengalihan isu paling mujarab! Gimana nggak, dari awal lu dipaksa untuk fokus nyari tiket murah – prepare apa aja yang dibawa – packing – sampai akhirnya pergi traveling. Kepikiran mantan? Ya paling pas lagi ngeden boker aja.

Stop looking for your soulmate. Start looking for your soul, mate!

  1. Uang Lu Gak Kebuang Percuma

Dulu, pas pacaran lu kudu mengalokasikan dana untuk traktir dan jalan bareng pacar. Misal seminggu lu jalan 2 kali sama dia. Sekali jalan, rata-rata anak muda Indonesia menghabiskan uang sebesar 300.000 – 500.000 untuk pacaran. Dikalikan 2 selama seminggu. Dikalikan 1 bulan. Dikalikan rata-rata pacaran itu 6 bulan. Berarti selama pacaran 6 bulan lu bisa ngabisin duit sekitar 14.500.000 sampai 24.000.000!! Ini belum ditambah biaya lain-lain kalo lu harus beli kado buat pacar atau pil penggugur kandungan kalo ternyata pacar lu kagak mens-mens!?

Noh!! Lu bisa keliling dunia nyet pake duit segitu, mah!

Makanya, traveling atau backpacking adalah pengalokasian paling pas buat duit lu!

  1. Menemukan Hal Baru

 

Gue tau, kenangan itu gak mudah buat dilupain. Tau gue. Misal lu lewat cafe yang dulu sering lu datengin sama dia, badan lu bakal tiba-tiba mengigil, keluar keringet basah, dan hati lu berdebar cepat karena langsung keingetan si dia. Atau pas lu makan bubur komodo sendirian, lu keingetan dia, karena itu adalah makanan kesukaannya. Pokoknya lu bakal gampang baperan.

nih, cerita gue pas nyobain digebukin babon Russia >> MATI LU!

Nah, dengan backpacking, lu bakal nemu dan ngalamin hal-hal baru, di tempat baru, kegiatan baru, pengalaman baru, makanan baru, dan otomatis lu gak akan inget-inget lagi tentang si dia.

  1. Freedoom on Your Face!

Mantan lu suka ngelarang-larang? Suka ngatur-ngatur? Lu gak boleh pulang malem, jangan ketemu si ini, jangan main sama si itu, dan bahkan pas SMA gue pernah punya mantan yang ngelarang gue ngeliat salah satu cewek di kelas gue. Iya! Ngeliat doang!! Leher gue nengok dikit ke arah cewek itu, mantan gue langsung siap-siap nebas pala gue! Madafakah!!

Tapi berbahagialah! Sekarang lu gak harus ngikutin larangan apa-apa. Lu bebas mau pergi kemana aja, lu mau ngapain aja, dan pastinya sama siapa aja karena udah ga ada yang bakal ngelarang-larang lu lagi!

  1. Setelah Traveling, Lalu Apa?

Patah hati dan kenangan yang lu alami sebelum traveling mungkin gak bisa semuanya hilang, at least bisa diminimalisir. Terus apa setelah traveling lu bakal galau lagi? Ya kagak lah, nyet!

Boro-boro mikirin mantan, setelah traveling duit lu bakal abis dan itu bakal bikin lu lebih giat lagi nyari duit dan gak ada waktu buat mikirin mantan. Seenggaknya itu yang gue ambil dari pengalaman gue sendiri. Karena gue percaya..

seseorang yang akan banyak menghabiskan waktu di hidup lu ya elu sendiri. Jadi cobalah bikin hidup lu semenarik mungkin dengan memperbanyak pengalaman traveling!

Jadi, udah siap buat traveling dan buang kenangan lu di destinasi yang lu tuju?dddddddd

Zaman nya mendaku gunung

Lagi Zaman Mendaki Gunung

Mendaki gunung atau sering disebut hiking, adalah salah satu jenis olahraga yang dilakukan di tengah alam terbuka yang liar dan cenderung ekstrim. Dari berbagai macam kegiatan alam seperi panjat tebing atau susur gua dll, mendaki gunung adalah kegiatan alam yang paling banyak diminati dan baling banyak jumlah pelakunya. Oleh karena itulah kegiatan ini menjadi wajib ada dalam sebuah organisasi pecinta alam.
Mendaki gunung biasanya dilakukan secara kelompok, dengan jumlah personil yang disarankan adalah delapan sampai dua belas orang. Sedangkan jumlah minimal yang untuk mendaki gunung adalah tiga orang, jumlah minimal ini untuk memenuhi syarat keamanan, karena apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada seorang prsonil, maka salah satu bisa pergi mencari pertolong dan satu lagi menjaga korban. Namun demikian saya tidak mengatakan bahwa tidak ada orang yang mendaki dengan hanya seorang diri. Namun pendakian seorang diri sangatlah tidak disarankan.
Jenis kegiatan yang tergolong ekstim dan beresiko tinggi ini mengharuskan para pelakuknya untuk mempersiakan berbagai hal. Oleh karena itulah persiapan mental maupun fisik bagi para pelaku pendakian gunung wajib untuk dipersiapkan secara matang. Bukan hanya mental dan fisik yang perlu disiapkan, namun peralatan dan beberapa kebutuhan primer lainya adalah hal yang tak bisa ditinggalkan. Dari sini saya mencoba untuk berbagi pengetahuan yang saya dapat dari pengalaman tentang persiapan agar mendaki gunung menajadi aman dan menyenangkan.
Selain itu juga Mendaki gunung merupakan salah satu kegemaraan anak muda pada zaman sekarang, tidak hanya anak muda bahkan orang tua dan anak kecilpun ada beberapa diantara mereka melakukan pendakian. Dengan adanya media sosial seperti salah satunya instagram sering sekali para pendaki memposting berbagai keindahan alam semesta ini, sehingga orang-orang yang melihat postingannya menjadi tertarik untuk melakukan pendakian. Bahkan orang-orang yang sebelumnya enggan melakukan pendakian setelah melihat postingan foto-fotonya menjadi tertarik untuk mendaki gunung.
Selain itu juga adapun persiapan yang harus dilakukan oleh para pendaki sebelum melakukan pendakian, anatara lain :
1.Sebelum Mendaki Gunung
– Tetapkan terlebih dahulu apakah pendakian yang anda lakukan adalah pendakian massal ( ikut kelompok pendakian ) atau pendakian sendiri bersama teman-teman. Kalau pendakian sendiri, carilah teman yang kira-kira bisa diajak mendaki. Sangat tidak direkomendasikan untuk mendaki seorang diri.. kalau bisa, pendakian sebaiknya minimal dilakukan 3 orang . Kalau terjadi sesuatu terhadap satu orang pendaki, teman yg satunya ikut menjaga sedangkan teman satu lagi turun meminta bantuan.
– Tetapkan waktu untuk mendaki gunung jauh-jauh hari, misalnya bulan depan, 2 bulan lagi dst. Kalau menurut saya sebaiknya pendakian dilakukan di musim kemarau daripada musim hujan. Saya pernah mendaki Gunung Merapi di musim kemarau dan Gunung Sindoro dan Lawu di musim hujan ..tapi jauh lebih nyaman mendaki di musim kemarau walaupun jalur pendakian pastinya berdebu tapi itu bisa kita siasati dengan memakai masker/penutup hidung.
– Tetapkan gunung apa yang akan didaki, sepakati bersama dengan teman-teman, gunung yang akan dipilih yg disesuaikan dengan kondisi transport,keuangan,fisik,dsb. Misalnya apa mau mendaki di gunung yang dekat-dekat saja atau jauh, apa mau mendaki gunung yang tinggi atau pendek atau mendaki gunung yang jalurnya sulit atau mudah.
– Setelah menetapkan gunung yang akan didaki..selanjutnya carilah informasi sebanyak-banyakanya mengenai gunung tersebut. Pergunakan internet khususnya “Google” dan carilah cerita atau pengalaman dari orang -orang yang sudah pernah mendaki gunung tersebut di internet pastinya akan sangat membantu.
– Sepakati apa anda nantinya akan menggunakan jasa porter/guide dalam mendaki atau tidak.Kalau semuanya belum pernah mendaki gunung tersebut sebaiknya menggunakan jasa guide tapi kalau tidak karena mungkin keterbatasan dana,dll pastikan anda cari info sebanyak-banyaknya tentang jalur-jalur gunung tersebut ..apakah ada persimpangannya kalau ada beloknya kemana,dsb.
– Lakukan persiapan fisik..banyak pendaki yang mengabaikan mengenai hal ini, mereka mungkin mengiranya mendaki gunung kalau capek istirahat…tapi menurut saya tidak se-simple itu.Persiapan fisik HARUS dilakukan, yang namanya mendaki gunung pastinya memang berjalan tapi berjalan dengan menanjak dan turun membawa beban berjam-jam harus membutuhkan fisik yang prima.
Tidak perlu harus ke fitness,gym atau olahraga yg mahal-mahal, cukup lari saja secara teratur seminggu 1-2 kali atau kalau anda punya kegiatan oalahraga rutin itu sudah cukup ( minimal ada persiapan fisik yang dilakukan ).
-Melakukan persiapan konsumsi atau makanan jangan asal-asalan, banyak pendaki yg kehabisan bekal dalam pendakian karena persiapan makanannya yg asal. Persiapan makanan lebih toh tidak ada ruginya, kalau makanan sisa nantinya juga masih bisa dimakan.Sebagai orang timur kita membutuhkan karbohidrat yg banyak untuk memulihkan dan mengisi tenaga ..dan makanan yg paling cocok menurut saya adalah nasi dan roti. Bagaimana dengan mi instant macam pop mie dan indomie ? saya sangat tidak rekomen..saya pernah membawa mi instant…disamping tidak bikin kenyang, cara masak itu yg bikin susah di gunung, beda dengan masak di rumah…sangat tidak praktis. Masak nasipun di gunung menurut saya terlalu “njelimet”..lebih baik bawa nasi dengan bawa lauk misalnya kering tempe,abon,sarden dan semacamnya. Karena nasi cepat basi saya sendiri biasanya bawa kupat/ketupat dengan cara membukungkas sedemikian rupa jauh lebih awet dibandingakan nasi.
– Persiapan melawan dingin. Yang namanya daerah ketinggian apalagi gunung pasti dingin.Bawalah tenda,jaket atau sleeping bag.Kaos kaki…terutama kaos kaki bola nantinya sangat berguna untuk mengusir hawa dingin saat tidur malam hari di tenda.Untuk mendapatkan tidur malam “sedikit” nyenyak di tenda saya biasanya membungkus kaki saya dengan plastik terus dibungkus dengan kaos kaki sepakbola double,pakai jaket double trus sleeping bag. Tidur yg cukup akan sangat membantu dalam memulihkan tenaga apalagi yg mau “Summit Attack”. Bagaimana anda bisa tidur kalau kedinginan ?
– Kalau diatas tadi persiapan melawan dingin,tapi yg ini justru kebalikannya yaitu persiapan melawan panas atau lebih tepatnya melawan sinar matahari. Persiapan ini pasti sangat jarang pendaki yang melakukannya tapi saya yakin banyak pendaki yang pernah mengalami kulitnya ( terutama kulit wajah ) memerah atau mengelupas setelah melakukan pendakian. Cuaca di gunung yang sangat cepat sekali berubah kadang panas,sebentar dingin karena kabut turun, terus panas lagi karena kabut menghilang akan sangat mempengaruhi kulit apalagi anda yg mempunyai kulit sensitif. Bawalah sunblock atau cream penahan sinar matahari lainnya untuk menghadapinya..atau kalau anda tidak terlalu peduli dengan hal seperti ini,cukup lindungi bagian tubuh terutama wajah dari sengatan sinar matahari saat mendaki terutama saat summit attack. Jangan sampai setelah mendaki anda tidak berani keluar rumah karena kulit wajah mengelupas.
– Untuk obat – obatan bawalah obat diare,paracetamol dan betadine itu sudah cukup menurut saya.Sakit kepala atau demam sesaat dan diare paling sering dialami biasanya dalam mendaki gunung …saya sendiri pernah mengalaminya.Paracetamol untuk sakit kepala dan demam, obat diare untuk diare, betadine untuk luka lecet-lecet. Jangan lupa bawa tissu basah yg nantinya sangat berguna sewaktu BAB. Dalam banyak kasus lebih sering pendaki tidak akan BAB waktu naik gunung walaupun dalam sehari – hari BAB-nya teratur tetapi banyak juga yang tidak demikian.
2.Saat Mendaki Gunung
– Saat anda mendaki gunung, hal yg paling penting adalah pastikan kondisi tubuh di hari -H benar – benar sehat alias tidak sedang sakit walaupun sakit ringan. Kalau pas saat mau pendakian tiba-tiba diare,tidak enak badan,masuk angin, pusing…satu saran “batalkan pendakian”.Bagaimana mungkin anda bisa mendaki gunung dengan kondisi lagi tidak sehat sementara pusingpun perlu tiduran di kasur ? Lain cerita kalau sakit terjadi saat pendakian sudah berlangsung.
– Saat di basecamp lakukan registerasi atau pencatatan di pos penjagaan.Banyak pendaki yg langsung mendaki tanpa melapor terlebih dahulu.Dalam keadaan normal hal ini tidak apa-apa baru akan sangat penting apabila terjadi sesuatu terhadap kita akan mudah bagi orang – orang atau instansi terkait ( tim SAR, warga sekitar,dsb ) dalam melakukan koordinasi dan pencarian.
– Patuhi larangan – larangan yang di tetapkan baik oleh pengelola basecamp/pendakian, penduduk lokal,dsb. Misalnya tidak boleh begini di tempat ini, tidak boleh begini di tempat itu,dst. Jika anda akan melakukan BAB atau kencing, tidak ada salahnya untuk mengucapkan “kulo nuwun” atau “permisi” sebelum melakukannya.
– Jangan lupa untuk berdoa sebelum melakukan pendakian menurut agama dan kepercayaan masing – masing agar pendakian berjalan lancar,aman,selamat dari naik sampai turunnya.
– Ikuti saja jalur pendakian yg ada. Jangan pernah berimprovisasi untuk mencari atau membuat jalur baru kalau memang tidak mengetahui medan sama sekali. Kalau menemukan percabangan jalur/jalan sebaiknya ambil saja jalur yg lebar ( yang menandakan bahwa jalur tersebut sering dilalui pendaki ). Mengambil jalur percabangan yg lebih sempit juga tidak apa- apa asal pastikan akhir dari jalur tersebut adalah pertemuan dari percabangan jalur tadi. Percabangan jalur biasanya di buat secara alamiah oleh jejak-jejak kaki pendaki yg membuat jalur lain dikarenakan jalur yang ada/utama mungkin sudah rusak, licin atau berbahaya. Cuma yang harus betul – betul diperhatikan adalah jangan sampai melalui salah satu percabangan jalur yang sebenarnya dibuat oleh penduduk lokal untuk mencari kayu bakar atau rumput.
– Nikmati saja perjalanan pendakian dan jangan mengeluh. Anda sudah jauh – jauh mendaki dengan persiapan yang matang kenapa tidak dinikmati saja pendakiannya ? Capek biasanya paling sering membuat kita cenderung mengeluh dan diam saat pendakian. Resiko mendaki yaa memang capek..tapi kenapa masih banyak juga orang mendaki kalau capek ? hanya pendaki yang tahu jawabannya…so nikmati saja perjalanan.
– Jangan pernah berpisah atau meninggalkan teman, kondisi fisik masing-masing orang berbeda-beda ada yg kuat ada yang tidak, jadi…kalau ada teman atau malah kita sendiri yang selalu tertinggal adalah wajar. Kalau ada teman yang tidak kuat meneruskan pendakian ..diskusikan bersama. Apa pendakian di stop atau dilanjutkan ? apa teman tersebut menunggu di tempat tersebut atau bagimana ? Kalau dia menunggu di tempat tersebut pastikan apa perlu di temani apa tidak ? dan yang paling penting jangan pernah dia meninggalkan lokasi tempat dia menunggu…jangan sampai tersesat nantinya.
– Pastikan sebelumnya handphone selalu penuh di-charge.Menurut pengalaman saya sebaiknya handphone dimatikan saja saat pendakian dan pergunakan disaat-saat penting saja atau saat di basecamp. Mengapa ? karena saat mendaki bisa dipastikan tidak ada sinyal..kadang terdapat sinyal penuh tapi saat di pakai sms atau menelpon tidak bisa, terkadang kita memang bisa menerima sms tapi tidak bisa untuk dipakai smsan.Kalau handphone di nyalakan terus di jamin batrey akan cepat habis karena suhu dingin akan cepat membuat batrey cepat habis..tidak percaya ? silakan buktikan .
– Jangan melakukan corat – coret dan membuang sampah unorganic ( kaleng,kertas,plastik ) di gunung. Pendaki yang baik pasti tidak akan melakukan corat – coret dan membawa turun sampah unorganic-nya.Tapi biasanya yang sering terjadi termasuk saya biasanya malas membawa turun sampah – sampah tersebut karena capek. Kalau sudah begitu satu-satunya cara adalah bakarlah sampah tersebut sampai habis dan pastikan api mati saat meninggalkannya.
– Pastikan untuk benar – benar meninggalkan tempat dalam keadaan api padam saat melakukan aktifitas yang berhubungan dengan api. Kebakaran gunung sering terjadi akibat pendaki yang lalai atau lupa mematikan api secara sempurna saat meninggalkan gunung.
– Tumbuhkanlah rasa solidaritas diantara sesama pendaki lain. Apabila menemukan pendaki yang harus memerlukan pertolongan lakukan secepatnya bila perlu hentikan pendakian dan dahulukan menolong pendaki tersebut. Atau kalau ada pendaki yang kehabisan bekal/minum, berbagilah kalau memang bekal /minum yang kita bawa di rasa cukup untuk berbagi.
– Jika pendakian dirasa berbahaya karena faktor cuaca atau hal lainnya..jangan teruskan pendakian. Bagaimanpun keselamatan kita lebih utama dari hal apapun, toh pendakian lain kali masih bisa di rencanakan atau dilakukan di kemudian hari.
– Jika terjadi sesuatu terhadap pendakian kita ( tersesat misalnya ), tetaplah tenang,jangan panik, berpikir jernih.Jangan pernah terpisah dari teman – teman. ( Persiapan bekal yang cukup bahkan lebih dari cukup akan sangat membantu nantinya ).
– Saat sudah turun laporkan diri kembali di basecamp kalau kita sudah turun dari pendakian, jangan sampai membuat petugas basecamp atau tim sar kelabakan karena dikiranya kita tidak turun atau terjadi sesuatu diatas sana.
Dan ini beberapa keindahan alam Gunung di Indonesia yang sering dikunjungi oleh para pendaki gunung :
1.
Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20°C; terendah 12°C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus. Beruntung akhir Juli ini, angin masih cukup lemah dan cuaca cukup cerah, sehingga pendakian ke puncak bisa dilakukan kapan saja.
2.
Kawah Ijen merupakan salah satu gunung berapi atraksi wisata di Indonesia. Kawah Ijen merupakan objek wisata terkenal, yang telah dikenal oleh para wisatawan domestik dan asing karena keindahan alam dan bahari.
3.
Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.
4.
Gunung Pangrango yang juga memiliki pesona yang tak kalah menarik. Gunung Pangrango juga memiliki padang rumput luas yang ditumbuhi oleh bunga-bunga edelweis. Namanya adalah Lembah Mandalawangi
So Hok Gie, aktivis orde baru dan juga seorang pecinta alam, pernah menjadikan tempat tersebut sebagai inspirasi dalam salah satu karya puisinya. Lokasi Lembah Mandalawangi tepat berada di bawah Puncak Mandalawangi. Tinggi gunung ini mencapai 3.019 mdpl dan merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Barat
5.
Gunung Ciremai merupakan gunung paling tinggi yang ada di Jawa Barat. Tinggi gunung ini mencapai 3.078 mdpl. Maka tak heran kalau banyak pendaki di Jawa Barat yang menjadikan gunung ini sebagai salah satu gunung impian
Secara administratif gunung ini masuk dalam wilayah tiga kabupaten yakni Cirebon, Kuningan serta Majalengka. Yang menarik dari Gunung Ciremai adalah puncaknya yang memiliki jalur yang cukup panjang dimana disamping jalur adalah kawah. Pemandangan dari jalur ini benar-benar spektakuler karna kita akan benar-benar serasa di atas awan. Pendakian Gunung Ciremai bisa dilakukan dari beberapa jalur termasuk jalur Palutungan (selatan) serta jalur Linggarjati (utara)
Itulah beberapa keindahan alam Gunung di Indonesia yang sering dikunjungai para pendaki, dan masih banyak lagi keindahan yang lainnya.
Kita tahu bahwa mendaki gunung itu sangat mengasyikan karena dilakukan dengan kerabat-kerabat dekat kita, sehingga sangat banyak sekali para pendaki gunung membawa kamera pribadi untuk mendokumentasikannya. Tetapi perlu diingat untuk memotret gambar pun kita harus berhati hati, mengingat ini adalah gunung, yang dimana gunung itu memiliki ketinggian yang cukup tinggi dari daratan yang mungkin saja bisa membahayakan bagi yang memotret atau yang dipotret. Dan berikut adalah beberapa kasus kecelakaan yang terjadi kepada para pendaki gunung :
1. Terpeleset Jatuh ke Kawah Merapi
Eri Yunanto terjatuh ke dalam kawah Gunung Merapi yang berbahaya. Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta itu dilaporkan terpeleset ke dalam kawah jabal berapi pada Sabtu 16 Mei 2015 siang.
“Pada saat di puncak pukul 11.00 WIB, survivor terpleset dan jatuh di kawah,” jelas Koordinator Relawan Barameru Merapi, Samsuri seperti dituturkan Kepala Pusat Data Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan singkatnya, Minggu (17/5/2015).
3 Tim SAR, para relawan, serta warga dilaporkan turut serta menuju lokasi kejadian.
Sebelumnya pada 26 Januari 2014, 2 pendaki Gunung Merapi terluka setelah tertimpa longsoran material dari puncak. Mereka tertimpa longsoran saat beristirahat ketika melakukan perjalanan turun dari jabal tersebut.
Menurut Agus, Angel dan Lubis berangkat mendaki Merapi pada Sabtu kemarin bersama 2 teman lainnya. Kejadian longsoran itu terjadi apda pukul 11.00 WIB siang tadi. Setelah longsor terjadi, dua pendaki yang selamat segera turun dan meminta bantuan.
 2. Tewas Tertimpa Longsor Batu Semeru
 Achmad Fauzi, mahasiswa pasca-sarjana Teknik Elektro UGM Yogyakarta meninggal di Watu Gede, Gunung Semeru. Pria yang juga pegawai di Sekretariat DPRD Kabupaten Aceh Singkil itu meninggal usai tertimpa batu besar yang longsor dan menimpa kepalanya pada Senin 3 November silam.
Achmad Fauzi bersama 2 orang lainnya berangkat dari Kalimati sekitar pukul 05.00 WIB. Terbukti sekitar pukul 07.45 WIB mereka baru tiba di Watu Gede dan terjadilah peristiwa jatuhnya batu besar yang merenggut nyawa Achmad Fauzi.
“Rombongan itu sudah melanggar larangan dan salah memilih waktu untuk naik ke puncak Semeru. Apalagi saat itu cuaca sedang buruk,” ungkap  Kepala Balai Besar Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari di Malang, Selasa 4 November 2014.
3. Panik Gunung Gamalama Meletus
9 Orang menderita luka-luka akibat letusan Gunung Gamalama di Ternate, Maluku Utara pada Kamis malam 17 Desember 2014. Sementara 1 lainnya yang sempat terjebak saat gunung meletus telah berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan.
“Korban adalah rombongan pecinta alam yang sedang mendaki Gunung Gamalama sejak Rabu 17 Desember 2014,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat 19 Desember 2014
4.Tewas Diterjang Wedhus Gembel
Izumi Noguchi tewas saat mengabadikan foto awan panas bercampur abu vulkanik raksasa dari Gunung Ontake di Jepang, yang meletus Sabtu 27 September 2014. Hanya sesaat kemudian, kepulan tersebut menerjang dan menyudahi hidupnya.
Gambar tersebut menunjukkan saat-saat setelah Gunung Ontake meletus, melontarkan kepulan gas dan abu. Di Jawa Tengah dan Yogyakarta awan panas juga dikenal dengan julukan ‘wedhus gembel’.
Setidaknya 47 orang dinyatakan tewas, sementara 16 lainnya masih dalam pencarian. Sebagian besar jenazah yang ditemukan di dekat puncak hari Rabu adalah pendaki gunung. Jasad pendaki 59 tahun itu ditemukan di dekat kompleks kuil di puncak Gunung Ontake.
Dokter menyimpulkan seluruh korban yang kehilangan nyawa, tewas akibat cidera parah terkait hujan batu yang dilontarkan gunung. Sedangkan 70 korban selamat  sebagian besar dari mereka mengalami memar, luka tersayat, dan patah di bagian punggung. Sebagian dari mereka mengalami kerusakan paru-paru dan organ lain.
Sejumlah korban yang selamat mengatakan, mereka lari pontang-panting menyelamatkan diri dari batu dan puing yang menghujani mereka. Sementara hawa panas bercampur abu menerpa wajah mereka.
 5. Terjebak di Gua
Lebih dari 200 orang turun tangan dalam operasi penyelamatan terhadap seorang pendaki gunung yang terperosok ke dalam gua terdalam di pegunungan Bavarian Alps. Jerman.[Pria 52 tahun itu terjebak di dalam gua dengan kedalaman mencapai 3.280 kaki atau sekitar 1.000 meter. Kondisi lelaki yang tak disebutkan namanya itu dilaporktan terluka parah di dalam gua. Sementara ratusan penyelamat sedang berusaha keras untuk menyelamatkan pria paro baya tersebut.
Jadi initinya adalah, kita boleh saja melakukan pendakian asalakan dengan perlengkapan yang sudah disiapkan serta mental yang kuat dan ingat jika ingin memotret gambar harus yang diutamakan adalah keselamatan kita sendiri jangan sampai hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Mungkin hanya itu sedikit informasi yang bisa saya sampaikan, mohon maaf bila ada kesalahan kata atau adanya kesalahan informasi, tetapi sejauh ini informasi yang saya tahu benar adanya. Sekali lagi terimakasih telah membaca blog saya. Hidup Para Pendaki…… !!!!!